Anak Usaha Semen Indonesia Berniat IPO pada 2020

pt solid gold berjangka Upaya mendorong anak usaha BUMN untuk go public, disambut baik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). Pasalnya, perseroan telah mempersiapkan salah satu anak usahanya yakni Sinergi Informatika Semen Indonesia untuk menggelar initial public offering (IPO) pada 2020.

“Nanti akan kami gunakan untuk ekspansi, kami kan butuh modal tambahan untuk ekspansi ke luar negeri,” kata VP of Commercial Sinergi Informatika Semen Indonesia Prima Suyitno di Jakarta.

Oleh karena itu, Sinergi Informatika mulai menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan memproduksi beberapa produk IT baru yang bakalan diluncurkan pada kuartal tiga 2017. Perusahaan juga akan memperbesar produk-produk yang sudah ada yakni Forca ERP. Perusahaan ini menargetkan pendapatan sekira Rp1 triliun pada 2020. Pada 2017, Sinergi Informatika menargetkan pendapatan sebesar Rp250 miliar. Prima mengklaim bahwa Sinergi Informatika sudah mencapai separuh target tahun ini.

Sementara di tempat terpisah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk usahanya mengungkapkan, perseroan membuka peluang akuisisi terhadap sejumlah perusahaan semen domestik yang berminat untuk berkonsolidasi dengan perseroan di tengah kondisi industri semen yang tengah sulit. “Dari sekira 15 perusahaan semen yang beroperasi secara nasional, perseroan menaksir hanya sekira 5 perusahaan yang memiliki tingkat utilisasi produksi di atas 60% dari kapasitas terpasang, termasuk perseroan,” kata Direktur Keuangan Semen Indonesia, Darmawan Junaidi.

Cepat atau lambat, menurut Darmawan, akan terjadi konsolidasi di industri semen domestik. Indikasinya jelas terlihat dari tingkat utang sejumlah besar perusahaan semen yang jauh lebih besar dibandingkan arus pendapatan dan labanya. “Perusahaan-perusahaan dengan tingkat utilisasi produksi yang rendah mau tidak mau mesti mencari investor bila ingin tetap bertahan, terutama bila tingkat leverage perusahaan sudah tidak memungkinkan untuk menambah utang,” papar dia. pt solid gold berjangka

Sementara itu, posisi SMGR sebagai pemimpin pasar industri semen domestik saat ini sangat memungkinkan untuk menjadi motor penggerak dalam menjaga industri semen tetap out perform. “Semua yang utilisasi rate-nya di bawah 60% sudah pasti akan datang ke kami, tidak saja satu nama. Paling telat 2018 akan terjadi konsolidasi di industri semen domestik,” ujar Darmawan.

Sejauh ini, lanjut Darmawan, belum ada perusahaan semen domestik yang secara terbuka menawarkan opsi divestasi untuk diakuisisi oleh Semen Indonesia. Namun, wacana tersebut sudah cukup berkembang di kalangan anggota asosiasi semen Indonesia. “Perseroan masih memiliki kecukupan modal bila ingin mengakuisisi sejumlah perusahaan semen domestik. Secara umum, perseroan sudah merancang rencana pendanaan bila ingin merealisasikan aksi akuisisi terhadap perusahaan tertentu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *