Presiden Ajak Wujudkan ASEAN yang Tangguh

ientienne – ​Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pemimpin negara-negara ASEAN untuk saling memperkuat kerja sama ekonomi bagi terwujudnya ASEAN yang tangguh. “Kesatuan dan sentralitas ASEAN sangat diperlukan untuk ASEAN yang lebih tangguh,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada sidang pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-28 yang diselenggarakan di National Convention Center (NCC) Vientienne, Laos, Selasa (6/9). Dia mengatakan, stabilitas kawasan yang telah menjadi kebanggaan ASEAN selama ini, kini terganggu oleh dinamika di kawasan yang memerlukan perhatian negara-negara anggotanya. “Kita tidak dapat membiarkan instabilitas terjadi di wilayah sekitar kita. Kita tidak dapat membiarkan negara-negara besar mengatur dan menentukan nasib keamanan dan stabilitas wilayah sekitar kita,” katanya. Dia berharap para pemimpin negara-negara ASEAN dapat menjaga semangat untuk tetap menjaga stabilitas kawasan. “ Untuk itu, semangat kerja sama guna menjaga rumah kita harus terus kita teguhkan,” katanya. Disebutkan, banyak negara memiliki harapan tinggi bagi masyarakat ASEAN yang tahun depan akan berusia 50 tahun. Sebagai sebuah kawasan tempat bermukim 600 juta jiwa, diperlukan suatu kawasan yang tangguh. “Tanpa kesatuan dan sentralitas ASEAN, saya yakin peran ASEAN sebagai kontributor penting untuk keamanan dan stabilitas kawasan akan sirna. Jika hal tersebut terjadi, maka masa depan ASEAN akan suram,” kata Presiden Jokowi. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengajak para peserta KTT ASEAN untuk terus menggelorakan semangat ASEAN. Sebab, katanya, perekonomian ASEAN adalah sebuah kisah sukses tersendiri. “GDP ASEAN selama dua tahun berturut-turut tumbuh secara positif sebesar 4,7%. Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global, Uni Eropa, dan Amerika Serikat,” jelas Presiden Jokowi. Presiden Jokowi juga mengajak para pemimpin negara ASEAN untuk selalu memperkuat kerja sama ekonomi negara-negara kawasan. Setidaknya, menurut Presiden Jokowi, terdapat tiga hal yang harus dipastikan oleh masyarakat ASEAN. Pertama, memastikan kerja sama ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat ASEAN secara merata. Kesenjangan pembangunan antara negara anggota ASEAN harus semakin diperkecil. Selanjutnya, Presiden Jokowi meminta ASEAN untuk memastikan keterlibatan dan kemajuan UMKM melalui pengembangan teknologi dan inovasi serta perluasan akses keuangan dan pasar. “Jika rakyat ASEAN tidak merasakan manfaat keberadaan ASEAN, maka akan sulit bagi ASEAN untuk tumbuh berkembang secara berkelanjutan,” kata Presiden Jokowi. Di sisi lain, Presiden Jokowi juga meminta ASEAN untuk menjadi organisasi yang memiliki kepedulian pada masyarakatnya. Presiden berpendapat bahwa pekerja migran ASEAN merupakan representasi nyata dari masyarakat ASEAN yang harus dilindungi. “ASEAN harus memastikan bahwa hak-hak pekerja dan keluarganya dilindungi dengan baik,” kata Presiden Jokowi. Novy Lumanauw/YUD Investor Daily

Sumber: BeritaSatu