Soal Bonus, Ukraina Jorjoran, Jerman Paling Pelit

, Jakarta :Tiga belas bukan lagi angka sial. Sebaliknya, angka inilah yang diiming-imingi Federasi Sepak Bola Ukraina sebagai bonus jika timnya menjadi juara Piala Eropa. Uang sebanyak 13 juta euro atau sekitar Rp 154 miliar akan dibagi-bagikan kepada seluruh anggota tim. Janji itu sudah diungkapkan Hryhory Surkis, sang Ketua federasi. Perincian pembagian bonusnya begini: setiap kali mereka menang dalam pertandingan di babak awal, jumlah uang di rekening pemain akan bertambah sebanyak 500 ribu euro. Jika seri, dapat setengahnya atau 250 ribu euro. Kalau kalah, silakan menutup kuping menahan cemooh penonton. Jika semuanya mulus, lolos dari perempat final, mereka akan mendapat bonus 2 juta euro. Masuk final saja mereka sudah punya tambahan 3 juta euro. Dan, saat mengangkat trofi Henry Delaunay, mereka bisa jalan-jalan dengan uang sebanyak 4,5 juta euro. Jika uang dibagikan kepada 23 pemain, setiap orang akan mendapatkan sekitar 565 ribu euro atau sekitar Rp 6 miliar. “Kami punya bonus yang di atas rata-rata tim lainnya,” kata Hryhory Surkis. Dibandingkan dengan tim lainnya, bonus yang akan diterima pemain tuan rumah memang terbilang paling besar. Denmark, misalnya, membagikan bonus sebesar 404 ribu euro atau Rp 4,7 miliar kepada setiap pemainnya bila menjadi juara, seperti yang mereka lakukan pada 1992. Prancis, yang pernah menjadi juara pada 1984 dan 2000, menjanjikan bonus sebesar 320 ribu euro (Rp 3,7 miliar) bila mereka menjadi juara. Sedangkan Jerman, tiap pemain dijanjikan mendapat bonus uang sebesar 300 ribu euro atau Rp 3,5 miliar. Bonus ini memaksa pemain Ukraina harus bermain all out . Apalagi mereka terjerumus dalam grup neraka. Ada Prancis, Inggris, dan Swedia di Grup D. Dalam beberapa penampilan uji coba kemarin, mereka lebih banyak menelan pil kekalahan. Persoalan menjadi lebih berat lagi. Beberapa pemain Ukraina terserang penyakit perut akut alias mendadak, yang membuat mereka tak bisa 100 persen sehat. Namun Oleksander Glyvinsky, juru bicara tim, mengatakan para pemain yang mules itu sudah dalam pemulihan. “Pagi ini keadaan mereka sudah membaik sehingga kami berharap Senin nanti sudah benar-benar fit,” katanya. Perjuangan mereka memang berat. Setelah menghadapi Swedia, empat hari kemudian Ukraina meladeni Prancis, dan melawan Inggris, yang sudah diperkuat Wayne Rooney dalam pertandingan akhir, 19 Juni. REUTER | | IRFAN Berita Terpopuler: Berita Gara-gara Bendera Nazi, Hooligan pun Mundur Boateng Bermalam Bersama Bintang Playboy Cedera Cahill Bikin Gerrard Marah Tujuh Remaja Siap Mengguncang Euro 2012 Jersey Peserta Euro 2012 Mengandung Bahan Beracun Campbell Tuduh FA dan Hodgson Rasis Ramai-ramai Membungkam Twitter di Piala Eropa 2012

Sumber: Tempo.co