Derby del Sole, Pertarungan Perselisihan AS Roma-Napoli

Paling terkenal tentu saja Derby della Capitale (AS Roma versus SS Lazio), Derby della Madonnina (Inter Milan versus AC Milan), atau Derby d’Italia (Juventus versus Inter).
Bisa jadi, tak banyak yang tahu pertarungan antara AS Roma kontra Napoli yang akan berlangsung Sabtu 4 Maret juga masuk ke dalam daftar 11 derby di Italia.
Roma vs Napoli sejak lama sudah disebut sebagai Derby del Sole atau jika diartikan berarti derby matahari. Kadang, laga ini juga dilabeli sebagai South Derby (Derby Selatan) dan Derby of the Discord (Derby Perselisihan).
Derby del Sole memang tak terkenal seperti derby lainnya. Namun bukan berarti Roma vs Napoli tak punya sejarah yang menarik. Justru pertemuan kedua tim menjadi anomali dari perseteruan antarklub Italia.
Lazimnya, sebuah derby sudah kental dengan aroma permusuhan sejak awal. Roma dan Napoli tidak demikian. Dulu, I Lupi dan I Partenopei sudah bagai sahabat. Bahkan, suporter Roma dan Napoli rajin berinteraksi lewat aliansi Katolik antara Kepausan dengan kerajaan Sisilia.
Faktanya, AS Roma dan Napoli sudah menjadi sekutu sejak liga sepak bola profesional Italia Serie-A pertama kali digelar pada 1929–1930. Mereka kompak bergandengan tangan guna melawan klub-klub asal Italia Utara, yakni Juventus, AC Milan, Inter Milan.
Alasannya berbau politik. Roma dan Napoli terkesan tak terima pemerintah terlalu memerhatikan kawasan utara Italia. Lantaran terus disokong oleh dana melimpah dari pemerintah, masyarakat di Kota Turin dan Milan akhirnya membanggakan diri sebagai kaum borjuis. Sedangkan masyarakat Italia tengah serta utara harus gigit jari hanya menjadi kaum buruh nan miskin. Kecemburuan sosial ini membuat aliansi Roma-Napoli makin kuat untuk melawan tridente Juventus-Inter Milan-AC Milan.
Harmonisasi antara Roma dan Napoli berlangsung selama puluhan tahun. Namun hanya karena nila setitik, janji suci untuk tetap setia antara Roma dengan Napoli rusak pada musim 1987–1988.
Gestur yang berujung provokasi layak disebut sebagai biang keladi. Kejadian bermula ketika I Lupi menjamu I Partenopei di Stadion Olimpico pada 25 Oktober 1987. Tensi pertandingan sedikit memanas karena Napoli, Roma, beserta Milan sedang berburu gelar juara kala itu.
Emosi suporter Napoli sebetulnya sudah terbakar ketika wasit mengeluarkan dua kartu merah. Keduanya untuk pemain I Partenopei, yakni Alessandro Renica serta Careca. Rasa geram fan Napoli yang memadati Curva Nord Stadion sudah pasti makin mendidih lantaran tim kesayangan kebobolan pada awal babak kedua.
Emosi fan sempat mereda ketika Napoli sukses menyamakan kedudukan lewat sundulan Giavanni Francini pada menit ke-67. Sebuah gol yang membuat laga berakhir dengan skor imbang.
Derby del Sole mungkin tidak akan pernah memanas jika tidak ada insiden lanjutan setelah laga. Sayang, panggang jauh dari api. Pemain Napoli yang seharusnya langsung ke ruang ganti justru memberikan gestur provokasi di pinggir lapangan.
Sasaran tentu saja suporter I Lupi di Curva Sud. Pelaku utama adalah defender I partenopei, Salvatore Bagni. Ia mengacungkan jari tengah kepada fan Roma.
Persahabatan antara suporter Roma dan Napoli tidak pernah membaik sejak saat itu. Seusai pertandingan, keributan terjadi di luar stadion. Bar dan gang-gang sempit paling sering dijadikan arena adu ‘jotos’ fan I Lupi dan I Partenopei
Percikan rasa benci di antara kedua suporter terus memanas selang puluhan tahun kemudian. Makin mendidih setelah insiden pada 2014. Tepatnya sebelum Napoli melawan Fiorentina di Final Copa Italia di Stadion Olimpico Roma.
Ketika itu, tiga fan Napoli dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat keributan. Kondisi Ciro Esposito paling nahas. Sebab, bagian dadanya ditembus sebuah peluru. Setelah 50 hari berjuang di rumah sakit, Ciro akhirnya meninggal dunia.
“Ciro telah meninggal. Kota Naples mengumumkan hari ini sebagai berkabung untuk Ciro dan keluarganya,” ujar Walikota Naples kala itu, Luigi de Matistris.
Fan Napoli langsung mengamuk ketika mendengar hasil investigasi kepolisian Italia. Sebab, pemimpin Ultras I Lupi, Daniele De Santis ternyata sebagai sosok yang melepaskan timah panas ke dada Ciro. Atas kejadian itu, De Santis akhirnya divonis penjara selama 26 tahun.
Beragam kejadian tersebut membuat persahabatan Roma dan Napoli rusak. Tersisa hanya rasa benci. Sebuah kebencian yang akan menyulutkan api persaingan di Derby del Sole pada akhir pekan ini.

Tweet

Penulis:MTVNEditor:Winarkodibaca:17373 Kali

avivafrumer.com sbobet 168 Sumber: Lampost.co