Javier Pastore Beber Alasan Enggan Pindah Dari PSG

Dalam artian, ia bisa mendapatkan segalanya disana sebagai pebola dalam artian gaji besar serta mampu meraih trofi setiap musimnya.
Agak menarik memang jika melihat pernyataan pemain berusia 27 tahun itu. Pasalnya seorang pebola pastilah menginginkan menit bermain yang cukup dan hal itu tidak didapatkan Pastore dalam beberapa musim terakhir. Memang, PSG mampu memberinya sejumlah trofi menarik namun secara jam terbang, Pastore jelas harus mengakui bahwa ia tidak mendapatkan apa-apa disana.
Saya merasa baik-baik saja di PSG. Kami punya tim yang hebat dan setiap musim bisa memenangi trofi. Saya tidak bisa meminta yang lebih daripada itu. Kembali ke Serie-A? Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti. Tapi saya merasa seperti Tuhan disini meski sebenarnya saya suka Italia, tutur Pastore.
Ya, pemain satu ini memang besar di Italia ketika namanya menjulang bersama Palermo. Sejumlah klub besar Italia meminatinya namun Presiden Palermo, Maurizio Zamparini, memutuskan untuk menjual Pastore ke PSG. Selain tak ingin menjual ke sesama klub Italia, saat itu diakui tawaran PSG memang lebih besar dibanding yang lainnya.
Milan, Inter, dan Roma menginginkan saya sebelum saya bergabung ke PSG. Tapi saya tidak berharga murah dan Presiden Zamparini lebih memilih menjual saya ke klub luar karena mereka menawarkan uang lebih banyak. Saya tidak pernah ragu ketika PSG datang memanggil.
Juventus juga berusaha mendatangkan saya di musim kedua saya bersama PSG. Saya tidak selalu mendapatkan kesempatan bermain disini dan mereka menanyakan apakah saya masuk dalam daftar jual. Saya sendiri sudah merasa senang ketika ada tim besar yang berminat.

avivafrumer.com prediksi togel hongkong malam ini Sumber: Sidomi