Kalah dari Myanmar, Indra Tetap Kagumi Luis Milla, Ini Alasannya

Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri mengaku kagum dengan Pelatih Timnas Indonesia U-22, Luis Milla Aspas, yang berani menurunkan pemain-pemain muda saat uji coba melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (21/3/2017).
“Yang saya senang dari Luis Milla adalah dia berani menurunkan pemain-pemain muda. Sebab dia tahu menyiapkan generasi baru untuk sepak bola Indonesia jauh lebih penting daripada prestasi sesaat,” kata Indra saat ditemui di Lapangan Atang Sutrisna, Cijantung, Rabu (22/3/2017).

Di skuat asuhan Luis Milla saat ini, ada beberapa mantan anak didik Indra saat timnas U-19 menjuarai Piala AFF 2013. Salah satu pemainnya, yakni gelandang Bhayangkara FC, Evan Dimas Darmono.
Pelatih asal Sumatera Barat itu mengaku penampilan Evan di timnas U-22 belumlah maksimal. Sebab, dia masih dalam tahap adaptasi dengan rekan-rekan lainnya.
“Evan masih belum terlalu in, karena ini adalah tim baru. Kemudian ada Saddil (Ramdani) dia cukup memberikan kejutan. Tapi, ada beberapa hal yang harus diperbaiki, tapi ya pelan-pelan lah,” jelas Indra.
Indra menambahkan bahwa proses yang dilakukan oleh timnas U-19 dan U-22 sudah cukup bagus. Dia tidak ingin nantinya ada pembubaran skuat saat sudah terbentuk suatu tim yang solid.
“Itu yang saya senang dari kepengurusan sekarang adalah komitmen. Kesinambungan itu sangat penting. Jadi jika ada yang sudah bagus terbentuk, tidak kemudian dibubarkan lagi dan dihancurkan,” tambahnya.
Sementara itu, pada laga melawan Myanmar, timnas U-22 dipaksa menyerah 1-3. Sejatinya, Bagas Adi Nugroho dan kawan-kawan unggul lebih dahulu pada menit ke-22. Namun, Myanmar berhasil bangkit dan membalikkan keunggulan.

avivafrumer.com sbobet 168 Sumber: Suara.com