LSI: Urutan Tingkat Kepintaran Cagub Ahok, Anies, Agus

Jakarta – Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) tentang tiga calon gubernur DKI Jakarta juga mengukur sejumlah komponen dari yang penting sampai persepsi responden tentang “kegantengan” mereka. Calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) unggul di sebagian besar komponen, sementara Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan mengalahkan dia untuk urusan sopan santun dan penampilan fisik, menurut hasil survei yang dirilis Kamis (15/12). Untuk komponen pintar atau berwawasan luas, Ahok mendapatkan 90 persen, Anies 87 persen dan Agus 81 persen. Hanya satu komponen yang sangat rendah diberikan warga kepada Ahok, yaitu komponen orangnya ramah atau santun mencapai 39 persen. Sedangkan Anies mendapatkan 82 persen dan Agus 78 persen. Namun menurut LSI angka tersebut sudah lumayan bagi Ahok yang saat ini disidang kasus penistaan agama. “Citra ramah dan santun Ahok tampak mengalami perubahan positif dibandingkan bulan lalu. Sementara citra Agus tampak ada sedikit penurunan, terutama citra mampu memimpin DKI Jakarta,” kata Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi. “Sedangkan Anies, tampak bervariasi perkembangannya dalam sebulan terakhir ini. Hal ini mengakibatkan “kedisukaan” Ahok mengalami kenaikan dibandingkan bulan lalu. Sementara “kedisukaan” Anies dan Agus cenderung tidak berubah,” terangnya. Komponen perhatian pada rakyat, Ahok sebesar 63 persen, Anies 63 persen dan Agus 50 persen; komponen jujur, bisa dipercaya dan bersih dari korupsi, Ahok 63 persen, Anies 57 persen dan Agus 51 persen. Komponen tegas dan berwibawa, Ahok mendapatkan 83 persen, Agus 78 persen dan Anies 68 persen; komponen mampu memimpin Provinsi DKI Jakarta, Ahok 71 persen, Anies 59 persen dan Agus 55 persen; dan komponen penampilan menarik, ganteng, Agus mendapatkan 86 persen, Anies 77 persen dan Ahok 71 persen. Dari hasil survei tersebut, Kuskridho menyimpulkan komponen yang paling rendah dimiliki Ahok adalah sopan santun. Tetapi soal ketegasan, mampu menjadi pemimpin dan perhatian terhadap rakyat dari diri Ahok tidak buruk. “Jadi cuma satu komponen yang buruk. Nah oleh karena itu, mereka yang persepsinya positif terhadap image atau citra Ahok membuat “kedisukaan” Ahok sedikit naik. Orang sudah mulai berpikir dan mulai melihat ternyata ketegasan, bersih dari korupsi dan lain-lain lebih penting,” terangnya. Lenny Tristia Tambun/HA BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu