5 Penjualan Terburuk Manchester United

Togel Cc , Manchester – Selama bertahun-tahun Sir Alex Ferguson terkenal lihai dalam bursa transfer Manchester United . Manajer asal Skotlandia itu kerap melakukan keputusan tepat untuk membeli dan menjual pemain. Namun, pernahkah dia melakukan kesalahan dalam menjual pemain? Kita memang kurang begitu fokus terhadap pemain yang dijual Ferguson dari Old Trafford karena penampilan konsisten The Red Devils di setiap musimnya. Untuk itu, mari kita lihat enam pemain MU yang dianggap sebagai penjualan terburuk Ferguson selama menjabat manajer MU. 1. Jaap Stam Jaap Stam meninggalkan MU secara kontroversial pada 2001 ke Lazio . Meskipun hanya merumput selama tiga musim di MU, namanya masih sering dinyanyikan oleh penggemar sejati MU di Old Trafford. Stam dijual ke Lazio dengan nilai transfer 16 juta poundsterling atau sekitar Rp 243,41 miliar saat berusia 29 tahun. Dia dipercaya sudah tidak lagi dalam masa kejayaannya, tapi Stam masih mampu bermain selama delapan musim, enam di antaranya di Seri A. Bahkan, dia bermain di final Liga Champions pada 2005 bersama AC Milan . 2. Diego Forlan Diego Forlan didatangkan Ferguson dari klub Argentina Independiente pada musim dingin 2001. Bermain sebanyak 13 pertandingan di Liga Premier Inggris dan lima laga di kompetisi Eropa, Forlan sama sekali tidak berhasil menjebol gawang lawan. Dua musim berikutnya dari 77 pertandingannya bersama MU di setiap kompetisi yang dimainkannya, Forlan hanya mencetak 17 gol. Pada musim 2004-2005, Forlan dijual ke Villarreal dengan nilai 2,81 juta poundsterling atau sekitar Rp 43,03 miliar. Tiga musim berselang, Forlan hijrah ke Atletico Madrid dengan nilai transfer 18,48 juta poundsterling atau sekitar Rp 282,42 miliar. Jika dilihat dari harga Forlan, MU jelas merugi. Pasalnya, Ferguson memboyong Forlan dengan nilai 9,68 juta poundtserling atau sekitar Rp 147,93 miliar. Selama kiprahnya di La Liga , Forlan dua kali meraih gelar top scorer atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pichichi pada musim 2004-2005 bersama Villarreal dan musim 2008-2009 bersama Atletico. Meskipun dijual MU dengan status striker ompong, kini Forlan dicap sebagai penyerang haus gol. Puncaknya, dia mendapatkan penghargaan Golden Ball Piala Dunia 2010 saat membawa Uruguay ke semifinal kejuaraan empat tahunan tersebut. 3. Ryan Shawcross Andai saja MU tidak menjual Ryan Shawcross pada 2008 kepada Stoke City hanya dengan 1 juta poundsterling atau sekitar Rp 15,21 miliar, mungkin mereka tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mencari penggantinya di posisi bek tengah. MU total mengeluarkan uang senilai 24 juta poundsterling atau sekitar Rp 365,11 miliar untuk mendatangkan Chris Smalling dan Phil Jones. Kini, bersama The Potters, Shawcross dikenal bek tangguh yang siap menghentikan pemain lawan dengan cara apa pun. 4. Giuseppe Rossi MU memboyong Giuseppe Rossi dari Parma saat dia masih berusia 17 tahun. Namun, dia lebih sering menghangatkan bangku cadangan Old Trafford dan dipinjamkan ke Newcastle United dan Parma. Puncaknya, Rossi dijual ke Villarreal pada 2007 dengan nilai 7 juta poundsterling atau sekitar Rp 106,49 miliar. Bersama Villarreal, Rossi menjadi bintang di Spanyol. Penyerang Italia itu tercatat bermain sebanyak 192 pertandingan dan mencetak 82 gol bersama El Submarino Amarillo dan berhasil menembus tim nasional Italia. Meskipun kini sedang berkutat dengan cedera, Rossi diproyeksikan akan kembali bersinar setelah dibeli Fiorentina . Tim besutan Vicenzo Montella tersebut sangat optimis bisa mengembalikan kejayaan Rossi. 5. Gerard Pique Gerard Pique berlabuh ke Inggris pada 2004 ketika masih berusia 17 tahun. Setelah dua musim menimba ilmu bersama akademi sepak bola MU, bek berpostur 192 sentimeter itu dipinjamkan ke Real Zaragoza selama semusim. Namun, sekembalinya ke Old Trafford Pique sulit bersaing untuk menembus kokohnya duet Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Hanya bermain sebanyak 23 pertandingan selama kariernya bersama The Red Devils, membuat Pique dilepas Ferguson. Bak gayung bersambut, keinginan Barcelona menarik bintang-bintang muda dari akademi mereka membuat Pique kembali ke Camp Nou. Sejatinya, kekasih dari Shakira ini adalah pria kelahiran Barcelona yang mengkuti akademi sepak bola Blaugrana sejak usia 10 tahun. Kembali ke Barcelona, dia langsung menjadi andalan Pep Guardiola di skuad intinya. Di musim pertamanya, ketangguhan Pique menggalang pertahanan bersama Carles Puyol berhasil membawa Barcelona meraih treble . Pique pun langsung menjadi langganan tim nasional Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. BLEACHER REPORT | JOKO SEDAYU Terpopuler: Kepengurusan Tidak Sejalan, PSSI Pecah? Ini Jejak Pelatih Baru Luis Blanco Ini Jurus Blanco Gembleng Timnas PSSI Tak Kompak Soal Blanco Inilah Program Pelatih Baru Timnas

Sumber: Tempo.co