Pemerintah Diminta Tingkatkan Kuota Haji

Jakarta – Anggota DPR Abdul Malik Haraiman mendesak Kementerian Agama RI untuk terus melakukan lobi terhadap pemerintah Arab Saudi untuk meningkatkan kuota haji. Jumlah calon haji dari Indonesia setiap tahun terus bertambah. “Tiap tahun jemaah kita paling besar. Sekarang kuota kurang cuma 100-an ribu orang. Kami terus desak pemerintah bisa agara bisa 200-an ribu orang setiap tahun,” ujar Abdul Malikdi kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/8). Apalagi, kata Malik, ada negara yang boikot haji sehingga kekosongan itu bisa diisi oleh calon haji asal Indonesia. Salah satunya tidak semua negara dijanjikan oleh Saudi Arabia memenuhi jumlah kuota haji. “Seharusnya kuota haji kita bisa bertambah 10-20 ribu jemaah lagi. Kami desak Menteri Agama lobi pemerintah Saudi,” katanya. Antrian sampai sekian tahun itu disebabkan salah satunya karena kuota dikurangi. Maka ada revisi UU haji untuk mengurangi antrian haji. “Semua fraksi setuju batasi orang naik haji ada jeda 10 tahun baru bisa haji lagi,” katanya. Seperti diberitakan 177 WNI itu ditahan imigrasi Filipina setelah petugas imigrasi mengetahui mereka adalah WNI tapi menggunakan paspor Filipina. Saat ini mereka berada di Detensi Imigrasi Camp Bagong Diwa Bicutan, Manila. Tim KBRI mendata mereka terdiri dari 100 orang perempuan dan selebihnya adalah pria. Data 177 WNI ini juga sedang dilakukan pengecekan melalui Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Hasilnya dari 177 WNI itu 50 persen lebih berasal dari Sulawesi Selatan. Selebihnya berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Utara, Jawa Barat, Riau, Sumbawa, DI Yogyakarta, Banten dan Lampung. Hotman Siregar/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu