Penipisan Lapisan Ozon Disebut Semakin Pulih

Jakarta – Ancaman menipisnya lapisan ozon karena meningkatnya penggunaan bahan perusak ozon (BPO) oleh manusia kini semakin berkurang. Pelarangan penggunaan BPO pun sudah mulai masif dilakukan seiring kesadaran pentingnya penyelamatan bumi. Oleh sebab itu, setiap 16 September diperingati sebagai hari ozon sedunia. Harapannya bangkit kesadaran dan semangat menjaga bumi dari kerusakan ozon. Asisten Deputi Mitigasi dan Pelestarian Fungsi Atmosfir Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Emma Rachmawaty, menyatakan, data NASA menyebut kondisi lapisan ozon mulai pulih. Protokol Montreal yang juga dipatuhi dan diadopsi sejumlah negara termasuk Indonesia. Bahkan sejak 2008 Indonesia sudah melarang penggunaan chlorofluorocarbon (CFC). “Untuk Hydrochlorofluorocarbon (HCFC) dilarang digunakan untuk sektor manufaktur seperti AC, refrigerasi dan foam tertentu sejak 1 Januari 2015,” katanya di Jakarta, Jumat (16/9). Emma menambahkan, monitoring melalui mekanisme perizinan impor di Kementerian Perdagangan dilakukan untuk mengawasi barang-barang yang mengandung BPO. Pengawasan di pelabuhan juga dilakukan oleh Ditjen Bea dan Cukai. Terkait peringatan hari ozon, Emma berharap meningkatnya kesadaran publik dengan sosialisasi terus menerus terkait kepedulian terhadap lapisan ozon, mendorong penggunaan teknisi yang bisa service AC atau lemari pendingin bersertifikat. Terkait penipisan ozon, radiasi ultraviolet B berhubungan dengan penipisan ozon di lapisan stratosfer. Akibat dari peningkatan radiasi ini, diprediksi dapat mengganggu dan mengancam kestabilan ekosistem di permukaan Bumi. Gangguan yang ditimbulkan dapat mengancam kekurangan pangan karena radiasi UV dapat menurunkan hasil panen dan dapat merusak kekebalan terhadap penyakit pada binatang. Adapun pada manusia bahaya yang timbul berupa gangguan kesehatan, antara lain dapat menimbulkan katarak pada mata, kanker kulit dan mempengaruhi ketahanan tubuh terhadap serangan berbagai penyakit. Lapisan ozon sebagian besar terdapat di lapisan stratosfer (15 – 30 km di atas permukaan Bumi). Lapisan ini berfungsi menyerap energi radiasi sinar UV-B yang mempunyai energi sangat tinggi dan mengubahnya menjadi energi panas sebelum mencapai bumi. Ari Supriyanti Rikin/FER Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu